Logo
Background Pattern

Panduan Aplikasi
Tahu Beton BDI

Standar operasional prosedur pemasangan concrete spacer untuk memastikan presisi selimut beton pada proyek konstruksi skala menengah hingga infrastruktur besar.

1. Persiapan Lapangan & Material

Sebelum memulai pemasangan tahu beton (concrete spacer) dari BDI Beton Decking Indonesia, pastikan area kerja telah memenuhi standar K3 dan teknis konstruksi. Kebersihan permukaan bekisting sangat krusial untuk mencegah degradasi visual pada beton ekspos nantinya.

"Ketidakakuratan penempatan spacer seringkali menjadi penyebab utama korosi pada tulangan baja akibat selimut beton yang terlalu tipis."

Hal-hal yang perlu disiapkan antara lain:

  • Unit tahu beton BDI sesuai model (Multi, Tunggal, Bulat, atau Berkawat).
  • Kawat bendrat (untuk model tanpa kawat bawaan).
  • Shop drawing atau gambar rencana struktur.
  • Alat ukur presisi (meteran/caliper).
Proses Pemasangan Tahu Beton

2. Pemilihan Ukuran Selimut Beton

Penentuan tebal selimut beton harus merujuk pada standar SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. BDI menyediakan berbagai varian untuk memenuhi kebutuhan tersebut:

Plat Lantai & Balok

Gunakan ukuran 20mm hingga 30mm menggunakan tipe Multi untuk fleksibilitas ketinggian.

Kolom & Dinding

Gunakan tipe Bulat (Wheel Spacer) atau Tunggal dengan kawat untuk pengikatan vertikal yang stabil.

Pondasi (Pile Cap)

Membutuhkan selimut beton lebih tebal (50mm - 75mm) karena kontak langsung dengan tanah.

Infrastruktur Berat

Gunakan tipe Berkawat untuk ketahanan terhadap vibrasi tinggi saat pengecoran.

3. Langkah-Langkah Pemasangan

Metode Horisontal (Slab/Plat)

  1. Letakkan tahu beton BDI di bawah jaring tulangan baja (rebar).
  2. Atur jarak antar spacer berkisar antara 60cm hingga 100cm (tergantung diameter besi tulangan). Semakin kecil diameter besi, semakin rapat jarak spacer agar besi tidak melendut (sagging).
  3. Pastikan spacer berada pada titik persilangan tulangan untuk distribusi beban yang merata.

Metode Vertikal (Kolom/Dinding)

  1. Gunakan tipe Wheel Spacer (Bulat) dengan cara memasukkannya ke dalam besi tulangan utama sebelum sengkang diikat.
  2. Atau gunakan tipe Berkawat dan ikat kencang pada tulangan sengkang (begel).
  3. Pastikan spacer menghadap ke arah bekisting dengan posisi tegak lurus.

4. Inspeksi & Kontrol Kualitas

Setelah seluruh spacer terpasang, tim pelaksana wajib melakukan pengecekan akhir sebelum instruksi pengecoran (request) disetujui oleh konsultan pengawas:

  • Kestabilan: Pastikan spacer tidak bergeser saat diinjak pekerja atau terkena selang pompa beton.
  • Kebersihan: Pastikan tidak ada serpihan kayu, kawat sisa, atau kotoran di sekitar spacer.
  • Jumlah: Pastikan jumlah spacer cukup untuk menopang beban beton segar tanpa membuat tulangan menyentuh bekisting.

Butuh Konsultasi Teknis?

Tim ahli BDI Beton Decking Indonesia siap membantu menghitung kebutuhan spacer dan memberikan rekomendasi tipe yang tepat untuk efisiensi proyek Anda.